Hari-hari ini Rupiah mencapai angka terkuat terhadap US$ sejak tiga tahun terakhir dengan nilai Tukar dibawah Rp 9,000/US$. Rupiah memiliki nilai tukar dibawah Rp 9,000/US$ terakhir sebelumnya adalah pada bulan Juni 2007.
Kekuatan Rupiah ini juga bisa dipantau secara lebih akurat melaui Rupiah Index (RIX) yang sudah saya perkenalkan di situs ini sejak Desember 2009 lalu. Bila pada saat saya perkenalkan RIX berada pada angka 56.28; angka RIX tersebut kini berada pada angka 62.97 – kenaikan yang luar biasa selama lima bulan terakhir.
Bagus kah keperkasaan Rupiah ini bagi kita ?; secara umum tentu bagus karena penghasilan kita yang rata-rata dalam Rupiah memiliki daya beli yang lebih baik. Apalagi mengingat berbagai kebutuhan kita seperti bahan pangan, susu, pakaian, komputer, mobil, dlsb. sebagiannya masih harus diimpor.
Hanya saja Rupiah yang terlalu kuat bila berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama, dapat menurunkan daya saing produk-produk ekspor kita. Jadi para otoritas moneter dan perdagangan negeri ini kudu waspada – agar Rupiah tetap perkasa namun tidak sampai menurunkan kemampuan kita untuk menghasilkan devisa.
Source:What To Do Ketika Rupiah Perkasa…?
The National Inflation Association (NIA) adalah organisasi yang didedikasikan untuk mempersiapkan warga Amerika dalam menghadapi hyperinflasi. Targetnya bukan hanya mampu bertahan (survive) tetapi sedapat mungkin juga tetap makmur ketika hyperinflasi terjadi.
Kekhawatiran akan segera terjadinya hyperinflasi di Amerika ini bukannya tanpa alasan mengingat saat ini Amerika terlibat dalam hutang yang nilainya tidak kurang dari US$ 12 trilyun; disamping memiliki kewajiban yang tidak ada dananya (unfunded liability) sebesar US$ 55 trilyun.
Dengan commitment bailout US$ 11.8 trilyun dan sudah direalisir US$ 3.6 trilyun; maka para pendiri NIA ini yakin Amerika akan segera bangkrut. Hyperinflasi sudah di depan mata karena Federal Reserve hanya memiliki satu cara untuk membiayai deficit yang ada yaitu mencetak uang dari awang-awang.
Ada tiga pilihan investasi yang menurut NIA harus dilakukan oleh warga negara Amerika untuk selamat dan bahkan tetap makmur meskipun hyperinflasi melanda. Ketiga investasi ini meliputi segala sesuatu yang terkait dengan emas, perak dan pertanian dalam arti luas (termasuk perikanan, peternakan, kehutanan dlsb).
Source:Perkiraan Harga Emas Versi National Inflation Association (NIA)
Marcus Goldman (1821-1904) adalah nama pendiri investment bank kesohor Goldman Sachs yang kini tengah meramaikan pasar dunia. Sejak didirikan pada tahun 1869, kinerja perusahaan tersebut terus meroket – hingga menjadi portfolio favorit investment guru di jaman modern ini seperti Warren Buffet dlsb.
Namun keperkasaan Goldman kini tengah diuji karena sepanjang akhir pekan lalu, Goldman Sachs dirundung gugatan yang awalnya hanya diajukan oleh US Securities and Exchange Commission (SEC) atas adanya dugaan penipuan yang dilakukan oleh salah satu raksasa financial dunia tersebut. Setelah gugatan awal di negerinya sendiri ini, Goldman nampaknya juga akan menghadapi gugatan sejenis di Eropa oleh pemerintah Jerman.
Lantas apa hubungannya antara tuntutan ke Goldman ini dengan harga emas dunia yang turun drastis akhir pekan lalu ?; bukankah biasanya kalau ada guncangan di bursa saham, harga emas justru naik karena orang mencari pelarian yang aman atas asset investasinya ?.
Source:Gold and Goldman…
Ahad lalu kami team dari project Indolaban berkesempatan mengunjungi salah satu peternakan kambing paling modern yang ada di Johor – Malaysia. Meskipun sangat melelahkan karena lokasi kandang kambing yang sekitar 6 jam perjalanan darat dari Kuala Lumpur, insyallah perjalanan ini tidak sia-sia.
Paling tidak, kami team Indolaban berharap bisa ikut membantu program pemerintah yang melalui janji Presiden kita akhir bulan lalu (31/03/2010) di Tulungagung diungkapkan bahwa, “Kami akan membicarakan dan merumuskannya dalam sebuah kebijakan nasional sehingga pengembangan kambing ettawa ini bisa terus berkembang pesat “.
Bagaimana janji tersebut bisa dimplemantasikan ?, setidaknya ada tiga point yang kita bisa ambil pelajaran dari apa yang dilakukan oleh negeri jiran kita.
Pertama kita harus memiliki visi bahwa yang sedang kita bangun adalah sebuah industri spesifik yang terkait dengan perkambingan ini. Bukan sekedar beternak kambing terus kemudian setelah berhasil kambing-kambing kita dan produk yang dihasilkan tetap bernilai rendah untuk standar dunia. Tanpa terbangunnya industri ini, maka kerja keras para peternak kita untuk menghasilkan kambing dan susu – tidak akan memberikan reward yang pantas untuk mereka.
Source:Susu Kambing Malaysia Rasa Jawa, Why…?
Alhamdulillah, tanpa terasa diantara kesibukan ngurusin Dinar, ngurusin kambing, ngurusin jamur, BMT , Pesantren Wirausaha dan berbagai aktifitas lainnya yang nampaknya tidak saling terkait – kini telah beredar buku saya ke 7 dengan judul Dinarnomics (Sinergy Publishing-GIP Group, 2010).
Buku ini merupakan kumpulan dari tulisan-tulisan saya di GeraiDinar.Com sepanjang setahun terakhir (2009/2010). Untuk kumpulan tulisan setahun sebelumnya juga telah diterbitkan lebih dahulu dengan judul Dinar The Real Money (GIP, 2009).
Meskipun tulian-tulisan tersebut sudah bisa dibaca dengan komplit di GeraiDinar.com ; namun penerbitan buku semacam ini dapat melengkapi dan memperluas jangkuan masyarakat yang ingin memahami konsep Dinar secara menyeluruh, karena tidak semua masyarakat dapat mengakses internet.
Dengan diterbitkan dalam bentuk buku; rangkaian tulisan dari berbagai ide dan kegiatan yang nampaknya tidak saling terkait tersebut – kini menjadi jelas benang merahnya. Buku yang saya beri sub judul Membangun Keberkahan Usaha dengan Uang yang Adil ini saya bagi dalam tujuh Bab.
Bab Pertama tentang Dinarnomics & Kambingnomics ; yang menggambarkan konsep umum tentang Dinarnomics. Instilah ini saya sandingkan dengan Kambingnomics untuk menguatkan pesan bahwa yang menjadi fokus saya adalah menggerakkan sektor riil dan menciptakan lapangan kerja – Dinar hanyalah alat dan bukan tujuannya sendiri.
Source:Buku Ke 7 : DINARNOMICS
Sejak krisis finansial meletup tahun lalu, harga emas terus bersinar dan rajin mengukir rekor-rekor baru. Melihat pemulihan ekonomi global yang belum menunjukkan titik terang, para analis memperkirakan harga emas bakal menembus 1.200 dollar AS per troy ounce di akhir 2009.
Bukan cuma investor ritel yang terpikat cahaya kemilau si kuning. Bank sentral di sejumlah negara pun [...]


Source:EMAS Bisa Sentuh 1.200 Dollar di Akhir Tahun
Emas, selain sebagai perhiasan rupanya bisa dijadikan instrumen investasi yang dapat bertahan pada situasi dan kondisi apapun, termasuk pada saat krisis.
Hal ini disampaikan CEO Managing Partner Vibiznews Alfred Pakasi dalam Seminar Investasi Properti dan Emas di Hotel Ciputra, Jakarta, minggu (10/10/2009).
Menurut Alfred, investasi dengan emas memiliki beberapa keuntungan.
Pertama, emas memiliki likuiditas yang sangat mudah. Banyak [...]


Source:Investasi Emas, Investasi Anti Krisis