Karena bukan situs berita, tidak biasanya GeraiDinar secara spesifik memuat suatu berita dari peristiwa-peristiwa penting dunia. Namun kali ini lain, saudara-saudara kita yang beruntung diberi kemudahan Allah untuk beramal baik secara maksimal – meninggalkan seluruh urusan duniawinya, saat ini sedang mencari keridloan Allah semata dengan berusaha menolong saudara-saudara kita yang teraniaya di bumi palestina khususnya Gaza.
Bentuk ke-iri-an saya atas apa yang sedang mereka lakukan, dan keinginan untuk bersama mereka dalam suka dukanya meskipun baru sebatas hanya dihati – karena fisik kita terjebak dengan berbagai urusan duniawi di tanah air – maka berita penting ini saya sajikan apa adanya dari saudara-saudara kita yang berada di kapal tersebut.
Saya ambil langsung dalam kata-kata mereka, tanpa saya edit sedikitpun – karena disamping mereka lebih mahir dalam pengungkapan apa yang mereka alami – merekalah yang bener-bener berbuat. Berikut berita-berita awal perjalanan mereka; insyallah secara berkala akan saya ampilkan di situs ini – langsung dari saudara-saudara kita yang ada di kapal tersebut :
Source:Viva Palestina : Mereka Bertekad Untuk Sampai Gaza Walau Harus Berenang…
Hal yang paling banyak ditanyakan oleh pembaca situs ini ke saya adalah pertanyaan seputar kapan waktu terbaik untuk membeli Dinar/Emas dan kapan waktu terbaik untuk menjualnya. Tulisan ini untuk memberi jawaban secara umum, agar jumlah e-mail yang saya harus jawab menurun J.
Untuk membeli emas atau Dinar dengan tujuan membangun ketahanan ekonomi jangka panjang, agar anak-anak bisa sekolah sampai tuntas, agar ketika tua kita tidak menjadi beban orang lain, agar asset yang merupakan hasil jerih payah kita tidak terus menurun nilainya dari waktu – ke waktu; maka membeli emas untuk tujuan ini dapat dilakukan kapan saja.
Dalam rentang waktu jangka menengah/panjang, tidak ada istilah ketinggian untuk harga emas atau Dinar. Ketika harga Dinar pertama kali menyentuh nilai Rp 1,000,000/Dinar (emas di kisaran Rp 237,000/gram) sekitar dua setengah tahun lalu – tepatnya tanggal 27 Oktober 2007; saat itu banyak yang berpendapat harga Dinar sudah ketinggian – lalu sementara permintaan Dinar menurun.
Ironinya ketika 13 bulan kemudian (27/11/2008) harga Dinar menyentuh angka Rp 1,400,000/Dinar ( emas di kisaran Rp 325,000/gram), permintaan Dinar justru mencapai titik tertingginya. Kemudian 3 bulan berikutnya lagi (19/02/2009) ketika angka menyentuh Rp 1,600,000/ Dinar ( emas di kisaran Rp 373,000/gram), kembali permintaan Dinar mencapai titik tertinggi berikutnya.
Source:Kapan Waktu Beli Emas/Dinar Terbaik & Kapan Waktu Jual…?
Bayangkan ada kerumunan 5,000-6,000 orang (crowd) yang bertemu di suatu tempat umum setiap hari (seperti orang-orang yang naik kereta ke kantor setiap hari), mereka tidak saling komunikasi karena tidak saling kenal – dan tidak ada media yang mudah untuk membuatnya saling mengenal – maka 5,000- 6,000 orang perhari tersebut tidak saling memberi manfaat.
Sekarang bagaimana kalau kita buat media yang membuat mereka bisa dengan mudah saling mengenal, bisa saling menawarkan produk barang/jasa-nya atau saling memenuhi kebutuhan satu sama lain – maka peluang yang luar biasa tiba-tiba muncul bagi setiap orang yang mau proaktif dalam kerumunan masa tersebut diatas.
Inilah yang kita ingin lakukan dengan konsep DinarWorld yang baru. Seperti sudah diketahui bahwa DinarWorld sebenarnya telah kami luncurkan lebih dari setahun yang lalu, namun dengan format yang lama – komunikasi lebih banyak satu arah – yaitu dari kami menawarkan produk barang dan jasa kepada Anda yang dapat dibeli dengan Dinar Anda.
Dalam konsep DinarWorld yang baru; Anda-pun sama mudahnya dengan kami dalam menawarkan produk barang atau jasa Anda sendiri kepada para pengunjung kami yang berkisar antara 5,000 – 6,000 perhari tersebut diatas dan trend-nya terus naik. Bukan hanya sekedar menawarkan atau mencari saja; dengan fasilitas ask the seller – calon klien Anda dapat berkomunikasi langsung dua arah dengan Anda untuk tindak lanjut transaksi Anda dengan klien tersebut.
Source:Re-Launch DinarWorld : Peluang Untuk Kita Semua…
Yang paling sering disalah pahami orang tentang gerakan saya menyebar luaskan Dinar – adalah seolah saya menafikan keberadaan uang kertas. Padahal tulisan saya yang paling popular di web ini dengan judul “Mengelola Uang Berdasarkan Fungsinya…” yang telah dibaca lengkap (bukan hanya penggalannya) oleh lebih dari 10,000 orang, justru mengakui fungsi uang kertas sebagai alat tukar ini.
Untuk meminimise kesalah pahaman ini, saya tidak malu untuk menyontek komunikasi yang digunakan oleh salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia yang dahulu dikenal orang sebagai British Petroleum (BP). Pada tahun 2002 ketika mereka merubah namanya menjadi BP plc. ; mereka menambahkan tagline “Beyond Petroleum” dalam corporate identity-nya.
Nampaknya BP ingin mengkomunikasikan ke masyarakat dunia bahwa mereka tidak hanya bergerak di bidang perminyakan; karena setelah ber-identitas baru tersebut BP juga meluncurkan business unit baru yang disebut BP Alternative Energy. Business Unit baru inilah yang kemudian mengembangkan energi lain diluar minyak seperti energi surya, angin, hydrogen dlsb. Jadi meskipun business utama BP yang juga memberikan income terbesarnya masih dari industri perminyakan, mereka sudah berpikir diluar perminyakan – karena boleh jadi minyak tidak akan selamanya tersedia untuk mereka explore – mereka tentu ingin tetap survive meskipun sumber energi utama kelak berubah dari minyak ke energi-energi lain diluar minyak.
Source:Survival Strategy : Beyond Currency…
Sekitar sembilan abad yang lalu Imam Al Ghazali (1058-1111) dengan kejernihan pemikirannya mengungkapkan bahwa sejatinya emas sebagai timbangan yang adil, dirinya sendiri ibarat cermin yang dengannya barang-barang dapat ditentukan nilainya dengan akurat.
Sekarang saya akan gunakan cermin Imam Ghazali ini untuk melihat krisis yang sekarang sedang menghebohkan dunia. Kita lihat krisis tersebut dari kacamata harga emas yang mencerminkan daya beli uang negara-negara di dunia. Saya ambil case negara kita dibandingkan negara yang menjadi epicentrum krisis sekarang ini yaitu Yunani secara khusus dan European Union secara umum.
Perhatikan grafik diatas, dalam mata uang Greek Drachmas (GRD) yaitu mata uang Yunani – harga emas setahun terakhir mengalami kenaikan 41%. Dalam Euro kenaikan ini bahkan mencapai 44%, sedangkan dalam Rupiah hanya mengalami kenaikan 16 %.
Dari kacamata kenaikan harga emas ini kita bisa tahu bahwa krisis yang melanda Yunani setahun terakhir memang sangat parah, sehingga daya beli uangnya terhadap emas anjlog sekitar 30 % (100%/141%). Karena emas ini cerminan harga barang-barang di sekitarnya – maka daya beli uang mereka terhadap barang-barang juga turun kurang lebih pada persentase yang sama. Bisa dibayangkan penderitaan rakyat negeri itu sebagai dampak dari penurunan daya beli uangnya ini.
Source:Emas Ibarat Cermin…
Tulisan kali ini terinspirasi oleh blog putri sulung saya crochetscorner.blogspot.com yang memuat hobinya yaitu membuat crochet (dibacanya krose), yaitu sulaman atau rajutan benang untuk membuat baju, perlengkapan pribadi, peralatan rumah tangga dlsb.
Awalnya dia hanya membuat baju untuk keperluan sendiri, baju wisudanya dia rajut sendiri dengan indah sehingga banyak menginspirasi orang lain. Kini bersama komunitas crochet-nya dia sedang memecahkan rekor untuk membuat masterpiece batik dari crochet yang terbesar di Indonesia – yang otomatis juga di dunia.
Bagaimana dia merealisasikan idenya ini ?, inilah yang menginspirasi saya untuk pengembangan bisnis sektor riil kita kedepan.
Membuat crochet sungguh pekerjaan yang memakan banyak waktu – hanya para hobbyist yang bisa melakukannya dengan telaten. Untuk membuat material dari crochet seluas 1 m2 misalnya diperlukan waktu rata-rata 78 jam efektif – tergantung tingkat keahlian dan kerapian kerjanya. Nah bisa dibayangkan waktu yang diperlukan untuk mencetak rekor batik crochet berpuluh meter persegi yang digagasnya tersebut – bila harus dilakukannya sendiri.
Source:Life Is A Beautiful Crochet…
Tahun lalu wabah flu babi (Swine Flu atau Pig Flu) sempat membuat panik dunia setelah ditemukannya flu ini menjalar ke manusia di Amerika, Mexico dan Canada. Hari –hari ini dunia kembali dibuat panik tetapi bukan oleh PIG tetapi oleh PIIGS, acronym dari Portugal, Ireland, Italy, Greece dan Spain.
‘Flu’ di pasar uang dunia begitu terasa dalam beberapa hari perdagangan terakhir, bahkan ketika bailout senilai 750 Milyar Euro terhadap Yunani atau Greece sudah di commit oleh European Union dan IMF. Komitmen raksasa untuk mengatasi kebolongan di epicentrum krisis tersebut nampaknya tidak membuat para pemain pasar lega.
Hanya dua hari setelah bailout tersebut diumumkan, para pemain pasar kembali memburu jaring penyelamat untuk investasinya – yaitu antara lain emas. Karena permintaan yang melonjak inilah maka pagi ini – saat artikel ini saya tulis – harga emas berada di atas US$ 1,230/Oz atau dalam US$ telah mengalami peningkatan lebih dari 34% dibanding harga emas dunia tahun lalu. Harga ini memecahkan rekor tertinggi sebelumnya yang berada di kisaran US$ 1,226 yang tercapai di awal Desember tahun lalu.
Source:Kali Ini Bukan PIG FLU, Tetapi PIIGS ‘FLU’ Yang Mewabah…