JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)bersama dengan komisi VII DPR membuat asumsi makro terkait dengan sektor ESDM untuk Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2011.
“Ada enam sektor ESDM yang menjadi acuan dalam asumsi makro untuk RAPBN 2011,” ujar menteri ESDM Darwin Z. Saleh kepada wartawan dalam rapat kerja kementerian ESDM bersama Komisi VII DPR-RI di gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/6/2010).
Keenam sektor tersebut adalah pertama, asumsi harga minyak Indonesia (ICP) dengan asumsi USD75-90 per barel, kedua asumsi lifting minyak bumi dengan perkiraan 960-975 ribu bph. Lalu Volume BBM bersubsidi dengan perkiraan 36,77-42,56 juta kilo liter.
Selain itu, asumsi keempat adalah volume LPG bersubsidi (setara kerosene) sebesar 3.522 ribu ton, subsidi Bahan Bakar Nabati (BBN) (rata-rata di atas MOPS) dengan perkiraan Rp2000-2500 per liter, dan terakhir asumsi untuk subsidi listrik dengan perkiraan Rp36,44-50,81 triliun.(ade)