Salah satu wisdom dalam ber-wirausaha yang saya pelajari dari para wirausahawan sukses Indonesia adalah kemampuan mereka menggarab basic need atau kebutuhan pokok. Ini ciri khas potensi besar di negara-negara yang memang basic need-nya masih mendominasi belanja masyarakat. Di negeri kita basic need ini tidak terlepas dari tiga hal yaitu Sandang, Pangan dan Papan.
Source:Rumah Dari Gedebog Pisang, Bukan Mimpi…
Hari kemarin adalah hari yang luar biasa bagi kami di Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin, hari dimana kami kembali memanen padi yang kami tanam sendiri – setelah empat puluh tahun saya sendiri tidak melakukannya, karena sebelum ini panen padi terakhir yang saya ingat adalah panen padi semasa kecil di tahun 1970-an. Namun bukan panen padi-nya sendiri yang menjadikan ini luar biasa, tetapi pelajaran yang bisa kami peroleh dari padi-padi yang kami tuai tersebut.
Source:Tauhid Dalam Mencari Rizki, Belajar Dari Bapaknya Para Nabi…
Dalam sejarah Perang Dunia II; titik balik dari aggresi Jerman konon karena mereka tidak melaksanakan apa yang direncanakannya sendiri (Planned But Not Executed-PBNE), yaitu tidak meng-invasi Inggris lewat laut seperti rencana semula; mereka malah memilih jalur konfrontasi udara yang dikenal dengan Battle of Britain yang tidak pernah mereka rencanakan (Executed But Never Planned –EBNP).
Source:Planned But Not Executed (PBNE) or Executed But Never Planned (EBNP)…
Harian Republika edisi kemarin Rabu 21 Juli 2010 memuat data statistik yang sepintas menggembirakan, yaitu statistik Produk Domestik Bruto Per Kapita dalam sepuluh tahun terakhir yang naik hampir empat kalinya. Statistik yang diambil dari BPS ini menunjukkan bahwa pada tahun 2000 PDB Per Kapita kita hanya Rp 6,751,000, akhir tahun lalu (2009) angka ini telah mencapai Rp 24,261,000.
Source:Jalan Yang Mendaki Lagi Sukar…
Dalam dunia militer, pertempuran (battle) di bedakan dengan peperangan (war). War dapat terdiri dari sejumlah battle. Dalam suatu peperangan, bisa saja salah satu pihak memenangi sebagian besar battle tetapi kalah dalam war – seperti yang dialami tentara Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. Tetapi bisa juga suatu pihak kalah dalam ‘battle’ tetapi secara keseluruhan menang dalam war, seperti yang dialami Hamas di jalur Gaza melawan serangan Israel tahun lalu. Begitu banyak bangunan rumah, sekolah dan masjid-masjid dihancurkan zionis Israel – tetapi setelah pertempuran usai Hamas dan puluhan ribu simpatisannya merayakan dan mensyukuri kemenangannya secara besar-besaran di Damascus – sejak saat itu dunia lebih memahami dan mendukung perjuangan mereka, dunia menjadi paham bahwa Israel-lah teroris yang sesungguhnya.
Source:Memenangi Peperangan Tidak Harus Melalui Pertempuran…
Ketika diawal tahun 80-an Presiden Amerika Ronald Reagan berhasil menurunkan inflasi di negaranya tinggal kurang dari ¼-nya dalam tiga tahun awal pemerintahannya (dari 13.56% ke 3.22 % !), harga emas dunia dalam US$ serta merta mengikuti trend menurun dari angka US$ 615/Oz ke titik terendah US$ 271/Oz dua puluh tahun kemudian (2001). Dan sejak diturunkan oleh Reagan tersebutlah rezim inflasi Rendah di Amerika relatif bisa dipertahankan atau setidaknya tidak kembali ke double digit seperti pada pemerintahan sebelum Reagan hingga sekarang.
Source:Fluktuasi Harga Emas : Lain Dollar Lain Rupiah…
Ini adalah salah satu pertanyaan yang sangat sering sampai ke saya, yaitu pembaca yang menanyakan pilihan investasi antara bermain saham atau investasi emas. Jawaban saya adalah tergantung dengan tujuan investasi Anda; bila Anda suka yang bergejolak jangka pendek – bisa untung besar tetapi juga rugi besar – barangkali saham pilihannya. Tetapi bila Anda menghendaki pertumbuhan nilai asset jangka panjang – emas-lah jawabannya.
Source:Pilihan Investasi : Saham Atau Emas…?