HomeArchive by category 'Ekonomi' (Page 2)

Ekonomi - Investasi Cerdas dengan Tabungan Emas

Harga komoditas tertekan kekhawatiran investor

Posted in Ekonomi on 4th July 2010

JAKARTA (Bisnis.com): Harga sejumlah komoditas terpangkas seiring dengan koreksi harga minyak mentah dan saham global karena investor kembali mencemaskan sistem finansial Eropa.

Kecemasan mengenai sistem finansial Eropa kembali meningkat menjelang berakhirnya fasilitas kredit dari Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada pekan ini.

Analis Harumdana Berjangka Nanang Wahyudin mengatakan banyak kalangan yang mencemaskan kekurangan likuiditas. Ketidakpastian tentang seberapa banyak dana yang bisa diserap kembali oleh ECB memberi sentimen negatif di pasar.

“Banyak analis memperkirakan pinjaman yang jatuh tempo 1 Juli nanti akan digulir menjadi pinjaman tiga bulan atau lebih pendek, yang dapat mengurangi masalah di sistem,” kata Nanang.

Riset Analis Askap Futures Wahyu Tribowo Laksono mengatakan sentimen negatif di pasar juga terpengaruh kekhawatiran akan melambatnya pertumbuhan ekonomi di China serta Pemerintah China yang mengendalikan harga properti, sehingga menekan harga saham di Asia dan global, serta menekan aset berisiko termasuk komoditas.

Harga komoditas yang terkoreksi pada perdagangan Selasa a.l. minyak sawit mentah (CPO), minyak mentah, tembaga, aluminium dan seng. Indeks komoditas CMCI Composite turun 0,19% atau minus 2,33 poin menjadi 1.240,28.

Harga CPO terus melemah sejak sehari lalu dipicu koreksi harga minyak mentah dunia dan kedelai, sehingga menekan permintaan terhadap bahan bakar alternatif dan minyak goreng.

Untuk kontrak pengiriman September, harga CPO di Malaysia Derivatif Exchange turun 0,8% menjadi 2.381 ringgit (US$736) per ton. Harga sudah terkoreksi 6,8% pada kuartal ini.

Harga minyak mentah juga terpangkas hingga kembali ke bawah level US$78 per barel di New York dipicu kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi akan memangkas permintaan.

Harga komoditas lainnya yang turut terpangkas yakni tembaga, aluminium, seng dan nikel di London Metal Exchange pascaterkoreksinya harga saham di Asia. Tembaga untuk pengiriman tiga bulan terpangkas 2,3% menjadi US$6.711 per ton. Aluminium minus 1,4% menjadi US$2.000 per ton dan seng minus 2,5% menjadi US$1.833 per ton, nikel juga terkoreksi 2,2% menjadi US$20.200 per ton.(er) Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member » 

This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

View the Original article

Rupiah dan mata uang Asia melemah

Posted in Ekonomi on 3rd July 2010

This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

View the Original article

Emas berlanjut naik capai US$1.242,40

Posted in Ekonomi on 3rd July 2010

SEATTLE (Bloomberg): Harga emas naik untuk ketiga kalinya dalam empat sesi perdagangan di tengah menurunnya tingkat kepercayaan konsumen AS dan melambatnya pertumbuhan ekonomi China, yang memicu permintaan untuk logam mulia.

Indeks tingkat kepercayaan konsumen pada Juni turun lebih besar dari estimasi analis dan indeks ekonomi China selama April juga mengalami peningkatan yang rendah dalam 5 bulan terakhir. Saham global dan hampir seluruh barang komoditas mengalami penurunan.

“Emas sangat terpengaruh atas kekhawatiran investor tentang ekonomi. Jika situasi ekonomi memburuk, harga akan naik karena para investor akan menggeser uang dari obligasi menjadi emas,” kata Jeffrey M. Kristen, managing director BPT Group, dalam wawancara di New York.

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus naik US$3,80 atau 0,3% menjadi US$1.242,40 di Comex, New York. Pada sesi awal perdagangan emas sempat turun sebesar 0,9%.

Sepanjang tahun ini, emas naik sebesar 13%, mencapai rekor seharga US$1.266,50 pada 21 Juni. Permintaan dipicu oleh kondisi krisis utang Eropa. Bulan ini, logam mulia mencapai level tertinggi sepanjang masa dalam mata uang euro, poundsterling, dan franc Swiss.

“Dengan meningkatnya kekhawatiran atas pertumbuhan China yang melambat dan krisis utang Uni Eropa, kami berharap minat beli investor yang tinggi dapat memberikan dukungan lebih lanjut,”kata James Moore, seorang analis di TheBullionDesk.com London.

Perak berjangka untuk pengiriman September turun 0,4% menjadi US$18.625 per ounce.(t03/yn)

This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

View the Original article

Minyak jatuh 3% jadi US$75,94 per barel

Posted in Ekonomi on 3rd July 2010

DALLAS (Bloomberg): Minyak mentah jatuh terparah dalam 3 pekan terpicu oleh besarnya perlambatan pertumbuhan ekonomi China selama 5 bulan pada April dan merosotnya kepercayaan para konsumen AS di atas perkiraan.

Minyak turun 3% setelah Conference Board menyatakan bahwa perlambatan ekonomi China lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Indeks Standard & Poor’s 500 anjlok ke level terendah sejak Oktober.

“Tampaknya ekonomi global akan kembali terpuruk. Saham dan minyak sedang turun sementara dolar AS menguat,” tutur Tom Bentz, pialang BNP Paribas Commodity Futures Inc di New York.

Minyak berjangka untuk pengiriman Agustus jatuh US$2,31 atau 3% menjadi US$75,94 per barel di New York Mercantile Exchange. Penurunan itu merupakan yang terbesar dalam sehari sejak 4 Juni. Kini minyak menuju penurunan kuartalan pertamanya sejak 2008, yang kehilangan 9,3% sejak akhir Maret. Minyak berjangka merosot 4,3% sepanjang tahun ini.

Penurunan harga minyak itu merupakan dampak dari merosotnya saham. American Petroleum Institute melaporkan pada pukul 4.30 p.m bahwa cadangan minyak mentah AS berkurang 3,4 juta barel menjadi 359 juta.

Minyak Brent berjangka untuk pengiriman Agustus turun US$2,15 atau 2,8% menjadi US$75,44 per barel pada ICE Futures Europe di London.
 
Menurut SpendingPulse MasterCard Inc, permintaan bensin dalam sepekan yang berakhir 25 Juni berada 2% di bawah level tahun sebelumnya.

Bensin berjangka untuk pengiriman Juli turun 3,1% menjadi US$2,072 per galon di Nymex.(t01/yn)

This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

View the Original article

Minyak turun 0,6% jadi US$75,18 per barel

Posted in Ekonomi on 2nd July 2010

MELBOURNE (Bloomberg): Harga minyak mentah turun untuk hari keempat di New York setelah laporan pemerintah menunjukkan kenaikan cadangan bahan bakar di AS, pengguna energi terbesar di dunia, di luar perkiraan.

Harga minyak merosot 0,4% kemarin setelah Departemen Energi melaporkan bahwa cadangan bahan bakar naik 537.000 barel menjadi 218,1 juta barel pekan lalu. Pasokan bahan bakar hasil sulingan, termasuk minyak pemanas dan diesel, mengalami peningkatan terbanyak dalam 2 bulan. Pasokan minyak mentah anjlok 2,01 juta barel.

“Laporan tersebut menimbulkan kelesuan pasar. Ketika kita melihat cadangan produk bertambah, konsumen bisa merasa lebih aman karena risiko berhentinya pengilangan makin kecil. Siapa yang peduli jika kita kekurangan minyak mentah, tetapi kita memiliki bahan bakar cukup banyak di tangan?,” ujar Tim Evans, analis energi Citi Futures Perspective di New York.

Minyak untuk pengiriman Agustus turun US$0,45 atau 0,6% menjadi US$75,18 per barel dalam perdagangan secara elektronik di New York Mercantile Exchange atau pada pukul 8:14 waktu Sydney. Kemarin, kontrak berjangka ini turun US$0,31 menjadi US$75,63. Sepanjang kuartal ini, minyak berjangka turun 9,7% dan 5,3% tahun ini.
    
Jumlah cadangan bahan bakar diperkirakan menyusut 400.000 barel, menurut median respons 16 analis yang disurvei oleh Bloomberg News. Survei itu memperkirakan penurunan pasokan minyak mentah sebesar 1 juta barel sedangkan penurunan sebenarnya dua kali lebih besar dari yang diperkirakan.

Jumlah konsumsi bahan bakar, menurut laporan tersebut, berkurang 2,6% menjadi 19 juta barel per hari, level terendah sejak April.

Harga minyak mentah jenis brent untuk pengiriman Agustus turun US$0,43 atau 0,6% menjadi US$75,01 per barel pada akhir perdagangan di bursa ICE Futures Europe di London kemarin. Harga kontrak itu telah merosot 9,3% kuartal ini.

This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

View the Original article

Rupiah terdepresiasi untuk hari kedua

Posted in Ekonomi on 1st July 2010

JAKARTA (Bisnis.com): Rupiah terdepresiasi untuk kedua harinya seiring koreksi harga saham global dan mata uang regional.

Mata uang dalam negeri tersebut  melemah 0,04% atau 3 poin menjadi Rp9.067 per dolar AS pada pukul 15.21 WIB menurut data Bloomberg. Pada sesi pagi rupiah sempat terdepresiasi 0,2% menjadi Rp9.081.

Pada perdagangan Selasa rupiah ditutup melemah pada level Rp9.055 dari Rp9.030 dipicu aksi ambil untung (profit taking) investor dan terpangkasnya bursa regional, sehingga membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia turun ke level 2.800-an. Koreksi indeks ini menjadi dasar pelemahan rupiah.

Riset Analis Harumdana Berjangka Nanang Wahyudin mengatakan harga saham bertumbangan setelah data ekonomi China yang direvisi turun, laporan sentimen konsumen AS yang mengecewakan dan masalah finansial di Eropa meningkatkan kecemasan akan ancaman krisis memuncak.

Conference Board, perusahaan riset bisnis AS, merevisi turun angka indikator ekonomi China untuk April menjadi 0,3% dari 1,7%. Lembaga itu mengatakan angka sebelumnya mengandung kesalahan perhitungan.

Selain itu, lembaga tersebut melaporkan sentimen konsumen AS turun ke 52,9 di Juni dari 62,7 bulan sebelumnya. Angka Juni itu lebih rendah dari prediksi 62,5. Ini merupakan penurunan untuk ketiga bulan berturut-turut di tengah sempitnya lapangan kerja dan gejolak pasar keuangan.

Nanang menambahkan kekhawatiran mengenai kondisi finansial di Eropa turut memperburuk sektor finansial global. Bank-bank di Eropa harus membayar sekitar 440 miliar euro pinjaman satu tahun ke Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada Kamis dan banyak kalangan yang mencemaskan kekurangan likuiditas.

“Ketidakpastian mengenai seberapa banyak dana yang bisa diserap kembali oleh ECB inilah yang membuat pasar risau,” kata Nanang.

Indeks saham Dow Jones ditutup minus 2,65%, Nasdaq minus 3,85%, S&P 500 minus 3,10% hingga menyentuh level terendahnya dalam delapan bulan terakhir dipicu oleh meningkatnya kecemasan investor akan prospek perekonomian global.

Ekonom Bank Negara Indonesia Rosady T.A. mengatakan tingginya yield yang diminta peserta lelang Sukuk membuat pemerintah tidak bisa meraup dana hingga memberikan sentimen negatif terhadap rupiah.

“Rupiah bergerak dengan kecenderungan melemah. Pelemahan IHSG tampaknya masih akan berlangsung seiring turunnya bursa global dan regional, sehingga berpotensi memberi sentimen negative pergerakan rupiah di tengah aksi beli dolar oleh korporasi di akhir bulan,” tutur Rosady.

Namun, lanjut dia, keberadaan Bank Indonesia di pasar memberikan angin segar yang mencegah pelemahan rupiah di tengah bayang-bayang naiknya inflasi di bulan Juni

Rupiah membukukan penguatan kuartalan kelima, kenaikan terbaik dalam 18 tahun dipicu aksi beli investor asing di pasar saham dan obligasi. Rupiah bahkan menjadi mata uang berpenampilan terbaik ketiga di Asia setelah ringgit Malaysia dan yen Jepang pada tahun ini.

Rupiah tahun ini sudah menguat 3,4% menurut data Bloomberg, dan menanjak 0,2% pada kuartal ini dan terapresiasi 3,2% dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Mata uang di Asia pada perdagangan Rabu terpangkas dipimpin won Korea Selatan dan ringgit. Bahkan indeks saham MSCI Asia-Pacific juga terkoreksi untuk kedua harinya. Won melemah 0,9% menjadi 1.227,78 per dolar AS dan ringgit terpangkas 0,3% menjadi 3,26 per dolar AS. (htr)

This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

View the Original article

Sarinah Diberi Pinjaman Rp10-20 Miliar

Posted in Ekonomi on 18th June 2010

JAKARTA - PT Sarinah, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan PT Bumi Tangerang Mesindotama melakukan penandatanganan MoU untuk meningkatkan kinerja perdagangan dan industri kakao Indonesia.

Kepala Divisi Jasa Konsultasi Indonesia Eximbank Djoko Djamhoer mengatakan, pihaknya akan memberikan pembiayaan berupa modal kerja untuk Sarinah. Skim pembiayaan yang akan diberikan adalah pemberian pinjaman 80 persen dari modal kerja.

“Sedangkan sebanyak 20 persen biaya dari perusahaan sendiri, untuk modal kerja seperti ini disediakan pembiayaan sebesar Rp10 miliar-Rp20 miliar,” ujarnya, di Jakarta, Jumat (18/6/2010).

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Mahendra Siregar mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah awal untuk mengembangkan perkakaoan nasional.

“Kami yakin, bahwa dengan upaya bersama melalui program- program yang telah dicanangkan, maka daya saing kakao Indonesia akan mengalami peningkatan,” kata Mahendra.

Lebih lanjut, Mahendra mengatakan, Indonesia berpeluang besar untuk menjadi produsen biji kakao terbesar di dunia karena memiliki produksi yang besar dan masih dapat ditingkatkan.

Di samping itu tingkat konsumsi kakao di Indonesia dan negara Asia lainnya masih sangat rendah jika dibanding beberapa negara Eropa. Sehingga jelas bahwa komoditi kakao sangat potensial.

Kakao, lanjutnya, merupakan penyumbang ekspor ketiga terbesar dalam kelompok produk ekspor hasil pertanian. Dalam rangka peningkatan ekspor beberapa komoditi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjalankan program 10+10 dengan menetapkan prioritas pada 10 produk utama  dan 10 produk potensial, dalam hal ini kakao merupakan salah satu produk utama yang juga mendapat perhatian.

Mahendra menjelaskan, sebagai produsen ke-3 kakao terbesar di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana (International Cocoa Organization/ICCO 2009), Indonesia perlu meningkatkan produksinya.

Peningkatan dari sisi produksi perlu juga diimbangi dengan peningkatan dari sisi mutu sehingga diharapkan pasar yang telah menetapkan standar tertentu tetap dapat diikuti oleh para industri kakao Indonesia.

“Indonesia memiliki keunggulan karena biji kakao Indonesia memiliki karakteristik khusus yang tidak dimiliki negara lain yaitu tidak mudah meleleh (melting point pada cocoa butter tinggi dan free fatty acids/FFA rendah),” ujarnya.

Menurut data Kemendag, kakao mempunyai peranan penting terhadap kinerja ekspor nonmigas Indonesia. Kinerja ekspor Indonesia selama periode 2005-2009 menunjukkan tren yang positif yakni sebesar 9,6 persen.

Pada 2005, nilai ekspor mencapai USD85,66 miliar meningkat menjadi USD100,79 miliar pada tahun 2006, USD114,10 miliar (2007) dan USD137,02 miliar (2008).

Meskipun di 2009 krisis keuangan global melanda dunia, namun kinerja ekspor masih menunjukkan kewajaran perolehan yakni sebesar USD116,51 miliar atau mengalami penurunan sebesar 18,89 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Memasuki 2010, kondisi perdagangan Indonesia terlihat semakin menguat setelah mengalami kontraksi pada 2009. Kinerja ekspor menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, dimana perdagangan kakao periode Januari-Maret 2010  mengalami surplus sebesar USD5,57 milliar.

Total ekspor pada Januari-Maret 2010 mencapai USD35,54 milliar atau meningkat 54,31 persen dibanding periode yang sama di 2009 yang sebesar USD23,03 miliar. Untuk periode 2004-2009, negara tujuan ekspor kakao Indonesia ditempati Malaysia di urutan pertama, diikuti Amerika Serikat, Singapura, Brasil, dan Prancis.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sarinah Jimmy Gani menambahkan, apabila Gerakan Nasional Peningkatan Mutu dan Produktivitas (GernasPro) bisa selesai dalam waktu dua tahun ini, maka produksi kakao nasional akan meningkat tajam.

”Oleh sebab itu, peningkatan produksi tahun ini selayaknya dibarengi dengan kenaikan investasi industri pengolahan kakao,” kata Jimmy.(Sandra Karina/Koran SI/ade)




Powered by WizardRSS | Unlimited Web Hosting

Source: Sarinah Diberi Pinjaman Rp10-20 Miliar .

Page 2 of 3: 1 2 3