
Selesai ngisi Seminar di Bandung Jum’at 19/02/2009, sambil nunggu jam 03:00 untuk berangkat ke pool bis BSM menuju Cengkareng karena hari itu saya sudah ditunggu di kota Padang, iseng-iseng buka om Google…tiba-tiba ingat seorang teman yang kemarin cerita tentang emas…khususnya emas batangan.
Saat ini, mengumpulkan emas identik dengan “kampungan”, memakai emas berlebihan sering di olok-olok sebagai tukang daging. Pada kalangan menengah ke bawah, emas masih menjadi simbol status. Semakin banyak emas yang dipakai, kian tinggi status ekonomi seseorang.
Ketika arus modernisasi menguat, terjadi pergeseran nilai. Kian tinggi pendidikan, semakin realistis masyarakat. Berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan, perlahan tapi pasti, orang mulai melirik investasi modern lainnya seperti: Tabungan, Deposito, Saham, Reksadana dan lain sebagainya.
Namun dua kali krisis moneter terjadi di Indonesia, tahun 1998 dan 2008, investasi Emas mebuktikan jauh lebih aman dari investasi lainnya. Pengetahuan yang sangat sederhana yang dimiliki oleh para orang tua kita (terutama ibu) adalah pembuktian yang tidak bisa di sangkal. Lewat emas mereka masih bisa mengimbangi kenaikan berbagai harga barang, juga untuk biaya pendidikan.
Memang beberapa hari ini saya sedang mikirin pola investasi baru…gimana caranya biar uang itu bekerja untuk kita…bukan kita yang kerja untuk uang. Kebetulan ada dana sedikit yang nganggur…nongkrong direkening, bahaya kalo didiemin bisa abis nih, sementara masuk ke bisnis ato properti nanti terlalu kecil..pengen cari alternatif lain. Mau main saham belum ngerti…
Beberapa kali nanya ke om Google tentang emas…eh nemu beberapa artikel yang menurut saya sangat menarik tentang emas.
Pertama, emas adalah benda yg mempunyai NILAI INFLASI NOL…wow, coba lihat contoh kasus sederhana ini: Pada zaman Nabi Muhammad SAW, harga seekor kambing gemuk adalah 1 Koin Dinar Emas atau setara dengan 4.25 gram emas 22 karat. Nah, zaman sekarang juga sama!! Kambing yg bagus & gemuk sekitar 1.5 s/d 1.7 juta atau setara dengan harga 1 Koin Dinar Emas. Saat ini 1 Koin Dinar Emas seharga Rp 1.5 juta rupiah.
Kedua, tiap tahun harga emas mengalami kenaikan rata-rata sekitar 20% -30% bahkan lebih. Tapi sebetulnya bukan harga emas yang naik…nilai emas tetap saja segitu, tapi nilai uang yang terus turun, jadi seolah-olah emas yang naik.
Kalau kita punya uang lalu disimpan di bank apalagi untuk jangka panjang, sesungguhnya tanpa kita sadari uang kita tersebut berkurang karena inflasi. Nilai uang 100 juta saat ini tidak sama dengan nilai uang 100 jt 10 tahun yang akan datang. Dari data yg ada hitungan inflasi bisa mencapai 10%/thn, sementara bunga tabungan hanya 2.5%-3.5% per-tahun atau paling besar juga deposito 6%-7% per-tahun.
Dari berbagai tulisan yang ada, investasi dalam bentuk emas ternyata ada beberapa macam:
1. Perhiasan
Kadar emas dalam bentuk ini biasanya kurang dari 24 karat dan kebanyakan harganya lebih ditentukan oleh nilai seni dari perhiasan itu. Jadi kalau punya gelang dihargai 1 juta, jika dilihat kadar emasnya aja tidak akan senilai itu. Oleh karena itu kalau menjual perhiasan emas seringkali turun harganya, padahal sebenarnya ini hanya di hargai emasnya saja.
2. Koin Dinar
Ini juga menarik, 1 Koin Dinar setara 4.25 gram emas 22 karat dan ada juga versi yg lebih kecil hingga 1/4 Dinar, cuma beli Koin Dinar ini kena PPn 10% karena dianggap perhiasan kali…
3. Emas Batangan
Emas batangan, hmm…ini yang paling membuat saya tertarik, saya dulu (dasar kampungan) nyangkanya emas batangan itu gede-gede dan beratnya berkilo-kilo…eh ternyata nggak juga, ada pecahan 100 gram, 50 gram ampe 1 gram juga ada. Dan emas ini mempunyai kadar murni 24 karat.
Jika kita membeli emas batangan, kita membayar untuk harga emasnya saja, begitu juga ketika kita akan menjualnya. Emas batangan adalah produk investasi emas yang paling menguntungkan.
Ahirnya fokus ke Emas Batangan…ternyata di Indonesia ada dua jenis emas batangan, ada yang produksi PT Antam kadar 99,99% bersertifikat International dan bisa diperoleh di Logam Mulia Antam Jakarta dan ada juga emas lokal dengan kadar sekita 97% yang biasa ada di toko-toko emas. Nah, di Indonesia perusahaan yang bisa memurnikan emas hingga 99,99% barulah PT Antam dan Sertifikatnya di akui secara International. Jadi emas batangan yang dikeluarkan dan bersertifikat Antam bisa di jual dimana saja di seluruh dunia dan kapan saja….artinya apa…ini investasi yang sangat liquid….
Ini cuplikan dari sebuah blog di Internet:
Potensi investasi emas di tahun ini diperkirakan akan masih berpeluang bahkan bisa menyamai atau melebihi rekor harga emas pada tahun 2008 lalu yang sempat menembus diatas US$ 1.032 per troy ounce. “Saya rasa secara umum di tahun 2009 masih prospek, meskipun akan naik turun, selagi ekonomi masih resesi, emas masih punya kekuatan ditambah harga saham jatuh pula,” kata Managing Director Vibiznews.com Alfred Pakasi dalam acara seminar prospek investasi emas tahun 2009, di Gedung JDC, Jakarta, Jumat (30/1/2009).
Naik turunnya harga emas menurut Alfred dipicu dari beberapa faktor utama yang bisa mendongkrak bahkan menjatuhkan harga emas yaitu pergerakan harga minyak dan pasar saham global. Hal ini tentunya terkait dengan kondisi ekonomi dunia termasuk AS.” Misalnya dari paket stimulus AS senilai US$ 825 miliar yang mau diterapkan, maka harga emas turun lagi,” ucapnya.
Sehingga kata dia, faktor stimulus AS sekarang ini cukup menentukan pergerakan harga emas beberapa bulan ke depan. Ia memperkirakan jika dampak stimulus bisa berpengaruh secara signifikan maka akan berpeluang membuat turun harga emas melandai kembali, yang sudah dapat diraba pada pada kuartal kedua atau ketiga di 2009. “Tapi bisa juga kalau pasar modal pulih maka komoditas, terutama harga minyak yang naik maka harga emas kemungkinan naik juga,” katanya.
Secara umum Alfred menjelaskan bahwa investasi emas sangat fleksibel, yaitu bisa sebagai investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang. Bahkan lebih lanjut lagi investasi emas bisa dibilang investasi yang anti-krisis. “Yang penting bisa memprediksi pasarnya, misalnya faktor musim kawin di Asia yaitu di China, Indonesia dan India mempengaruhi demand. Tapi harga emas juga sangat terpengaruh dengan inflasi dan harga minyak,” ujarnya.
Pada tahun 2008 rekor harga emas terendah terjadi pada tanggal 24 Oktober 2008 yaitu Rp 223.500 per gram dan pada tanggal 28 Januari 2009 kemarin sempat menembus Rp 320.500 per gram. “Yang anehnya harga emas itu, jika harga minyak turun maka harga emas ikut turun, tapi kalau harga minyak turun tajam, harga emas tidak ikut turun tajam,” jelasnya.
Harga terbaru lihat di http://www.logammulia.com
Risiko Investasi Emas
Meski terbilang sebagai investasi yang aman, investasi emas apapun bentuknya masih menyisakan peluang risiko, sesuai dengan konsep high risk high gain. Menurut Alfred hal ini sangat terkait dengan pengetahuan pasar para investor emas. Risiko itu ada terkait dengan pasar, bisa lewat berita, koreksi emas bisa terjadi. Ia memprediksi ke depannya ketika resesi dunia semakin parah yaitu ke arah depresi global, maka reaksi awal dari pergerakan harga emas pasti akan terjadi penurunan, namun seiring berjalannya waktu akan bisa naik kembali.
Makanya investasi emas BUKAN UNTUK SPEKULASI tapi untuk INVESTASI, minimal 1-3 tahun. Dan sekarang saya punya JURUS BARU investasi emas..lagi di uji coba…sampai nanti…

Refference:
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - -
Rully Kustandar di Semuasaudara.com pengelola kebunemas.com

Berikut ini bocoran cara berkebun emas ala pak rully mentor entrepreneur university, masuk akal dan bisa diterapkan. Baca ringkasan nya dulu di sini sebelum beli ebooknya. Sebelumnya artikel ini sudah saya posting di blog, tapi karena begitu banyaknya artikel maka sudah bertumpuk-tumpuk. Semoga dengan ditampilkan di halaman blog ini menjadi semakin mudah untuk diakses bagi yang memerlukan.
Banyak yang mengira sistem investasi berkebun emas adalah jaminan yang dijaminkan ulang, dan dijaminkan lagi, lalu dijaminkan lagi begitu seterusnya. Yang benar bukan demikian, bahkan kita memperbanyak barang jaminan jadi apabila terjadi kredit macet bank akan dengan mudah memperoleh ganti rugi dari jaminan berupa emas yang kita berikan karena nilai emas sangat likuid. Pernyataan pernyataan dari penulis mengenai persetujuan bank:
“Jangan khawatir dengan Bank, karena dengan konsep ini sama sekali tidak ada yang dirugikan. Saya sudah bicara dengan beberapa kepala cabang bank bahkan dengan Direktur salah satu Bank Syariah, mereka sangat antusias… karena ini merubah paradigma lama, bahwa kalau gadai itu lagi butuh uang, ini gadai menjadi pola investasi. Buat Bank ini merupakan peluang besar karena bisa meningkatkan omset penjualan produk gadainya… saya bahkan mau di Sponsori oleh salah satu Bank Syariah… Funtastic sekali pak…”
Mengenai sistem gadai cerdas menurut pemahaman saya bisa dijelaskan sebagai berikut:
Kita gunakan asumsi sebagai berikut:
- invest rutin 25 gram:
- harga emas 25 gram = 9 jt
- anda punya tambahan uang 3.75jt
- nilai gadai 80% dari harga taksir
- harga taksir bank 300rb/gram
- biaya penitipan 2500/gram/bulan
Nilai taksir dan kondisi aktual di bank mungkin berbeda, yang terbaik adalah:
- nilai gadai tinggi
- biaya rendah
- waktu singkat
Mari kita mulai.
Beli emas batangan 25 gram, gadaikan anda dapat dana segar 6 jt.
300rb x 80% = 240rb x 25gram = 6jt
setor biaya titipan 1 tahun, 2500×25×12 bulan=750rb
Posisi investasi anda menjadi:
1. 25 gram -> 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -> beli emas lagi | 750rb -> biaya titip
2. 25 gram
Kalau sudah ada dana tambahan 3.75 jt ulangi langkah diatas lagi, begitu seterusnya sesuai kebutuhan. Kalau sudah lima kali maka posisi menjadi:
1. 25 gram -> 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -> beli emas lagi | 750rb -> biaya titip
2. 25 gram -> 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -> beli emas lagi | 750rb -> biaya titip
3. 25 gram -> 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -> beli emas lagi | 750rb -> biaya titip
4. 25 gram -> 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -> beli emas lagi | 750rb -> biaya titip
5. 25 gram (disimpan)
Perhatikan biaya pembelian emas ke-2 dst, 2/3 modal adalah dari bank.
Setelah waktu berlalu, harga naik 30 persen, jadi emas batangan 25 gram sekarang nilainya 12jt, ayo kita panen, langkahnya cukup dibalik saja yaitu:
Jual emas nomor 5, maka anda mendapatkan dana segar 12 jt, dana segar ini kita pakai untuk menebus 2 emas lainnya. Ulangi sampai semua emas ditebus, dan jual semuanya.
Maka posisinya:
penjualan emas 5 x 12 jt = 60 jt
tebus gadai 4 x 6 jt = 24 jt
sisa = 36 jt ——> sub total 1
Berapa modal anda?
1. beli emas pertama = 9 jt
2. beli emas ke 2-5 = 3jt x 4 = 12 jt
3. biaya titip 750rb x 4 = 3 jt
total modal = 24 jt ——> sub total 2
Keuntungan anda:
-=[{sub total 1 - sub total 2 = 36 jt - 24 jt = 12 jt}]=-
Perbandingan keuntungan metode biasa vs metode cerdas dg modal awal 24 jt:
Modal 24jt belikan emas sewaktu harga emas batangan 25 gram = 9jt, maka per gram berarti 360rb.
24 jt : 360 rb dapat emas 66.66 gram
Ketika harga naik 30% kita jual menjadi rp 468 ribu/gram:
66.66 * 468 ribu = 31,196,880 dikurangi modal 24 jt
-={untung = 7,196,880}=-
Bandingkan dengan sistem cerdas, kuntungan hampir 2 kali lipat.
Kalau harga naik 30% kurang dari satu tahun maka keuntungan lebih banyak lagi karena biaya jasa titip menjadi lebih rendah.
Penjelasan di ebook lebih lengkap dan terperinci disertai juga dengan gambar ilustrasi dan masih ada beberapa tips menarik lainnya. Materi akan diupdate sesuai perkembangan di lapangan.
Dapatkan segera ebooknya di kebunemas.com.

Refference:
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - -
http://www.Purwo.Com